Teraz Desa
⬇️ Unduh App
← Semua Berita
Rabu, 23 September 2026

Bupati Trenggalek Tekankan Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Iklim

Bupati Trenggalek Tekankan Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Iklim

TRENGGALEK, AZMEDIA INDONESIA — Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan daerah yang selaras dengan upaya menghadapi perubahan iklim, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem dan daya dukung lingkungan.

Hal itu disampaikan Nur Arifin saat membuka kegiatan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (PGBPSDL) di Trenggalek, Selasa.

Menurut dia, peningkatan produksi pangan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan. Pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, kata dia, tidak semestinya dilakukan dengan mengorbankan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan dalam jangka panjang.

"Kita harus mengubah paradigma. Ketahanan pangan yang dibangun jangan sampai justru merusak ekosistem yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat," kata Nur Arifin.

Nur Arifin mengatakan perubahan iklim dan ancaman bencana alam menjadi tantangan yang perlu diperhitungkan dalam pembangunan sektor pangan. Menurutnya, orientasi terhadap peningkatan produksi perlu diimbangi dengan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Ia mencontohkan pemanfaatan kawasan karst untuk pengembangan tanaman pangan. Menurut dia, pembukaan lahan di kawasan tersebut dapat meningkatkan produksi dalam jangka pendek, tetapi berpotensi mengurangi fungsi kawasan sebagai daerah resapan dan penyimpan cadangan air.

"Memang ketahanan pangannya terpenuhi, tetapi ketika kawasan resapan rusak, masyarakat justru menghadapi persoalan ketersediaan air di masa depan," ujarnya.

Selain kawasan karst, Nur Arifin menyoroti pentingnya menjaga ekosistem pesisir dalam pengembangan sektor pangan dan perikanan. Salah satunya adalah keberadaan hutan mangrove yang memiliki fungsi ekologis dalam melindungi kawasan pantai dari abrasi dan dampak bencana.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong penerapan model produksi pangan yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Salah satu pendekatan yang didorong adalah pengelolaan tambak secara ramah lingkungan dengan mempertahankan vegetasi mangrove.

Pemanfaatan lahan, lanjut dia, juga perlu disesuaikan dengan karakteristik dan daya dukung lingkungan agar aktivitas produksi pangan tidak menimbulkan persoalan ekologis di kemudian hari.

"Boleh produksi pangan sebanyak-banyaknya, tetapi tidak boleh menjadi ancaman bagi keberlangsungan alam ke depan," katanya.

Nur Arifin berharap penyusunan RAD Pangan dan Gizi dapat menjadi pedoman bersama bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam membangun sistem pangan daerah yang berkelanjutan.

Menurut dia, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga perlu dibangun bersamaan dengan penguatan ketahanan iklim dan perlindungan terhadap sumber daya alam.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan sektor pangan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini sekaligus menjaga ketersediaan sumber daya bagi generasi mendatang.

Baca semua kabar desa dari HP
Unduh aplikasi Teraz Desa — gratis di Google Play.
Get it on Google Play

Berita Lainnya